Berita

 Network

 Partner

Festival Petani Milenial
Country Representatives TAF Sandra Hamid dalam Festival Petani Milenal “Ayo Kitorang Pulang Bangun Kampung”, Kamis (28/10).

TAF Optimis Petani Milenial Bisa Majukan Ekonomi Indonesia

Berita Baru, Jakarta – The Asia Foundation (TAF) percaya dan optimis bahwa petani milenial bisa memajukan perkembangan ekonomi Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Country Representatives TAF Sandra Hamid dalam Festival Petani Milenal “Ayo Kitorang Pulang Bangun Kampung”, Kamis (28/10).

Pasalnya, pihak yang paling memungkinkan untuk menggunakan teknologi di sektor pertanian adalah para anak muda.

Sandra menjadikan Belanda dan Selandia Baru sebagai contohnya. Di dua negara tersebut, salah satu penopang penting kemajuan ekonominya adalah sektor pertanian yang sudah berbasis teknologi modern.

“Ekonomi mereka maju karena didorong sektor pertanian berbasis teknologi modern dan yang paling mungkin melakukan ini adalah anak muda,” ungkap sandra dalam Webinar Cipta Pertanian Berkelanjutan Bersama Pemuda ini.

Berita Terkait :  EFT Sebagai Bagian Roadmap Greening The Government

Sebab itu, adalah relevan ketika pemerintah menggalakkan program 2,5 juta petani yang akan didampingi hingga 2024 mendatang.

Program petani milenal ini, lanjut Sandra, untuk kasus di Papua dan Papua Barat merupakan bagian dari delapan (8) percepatan pembangunan.

“Ini seperti yang disampaikan Presiden awal Oktober lalu ketika berkunjung ke Sorong. Presiden menegaskan bahwa sektor pertanian adalah penyerap tenaga kerja paling banyak di Papua dan Papua Barat. Lebih dari 60% terjun di sektor ini,” jelas Sandra.

Bertepatan dengan itu, sejak 2018 TAF telah mengembangkan program Pelestarian Sumber Daya Alam dan Peningkatan Kehidupan Masyarakat Adat melalui Pertanian Berkelanjutan di Papua atau yang disingkat PAPPEDA.

Berita Terkait :  Dukung EFT, Kemendagri: Perlu Kolaborasi Pusat dan Daerah

PAPPEDA diselenggarakan dengan melibatkan kelompok perempuan dan anak muda di empat (4) kabupaten, yakni Jayapura, Kerom, Manukwari, dan Fakfak.

Tujuannya jelas, kata Sandra, yakni salah satunya untuk mendorong agar anak-anak muda di Papua bersemangat untuk bertani.

“Apalagi kita tahu bahwa dengan program petani milenal yang tadi itu, pemerintah menargetkan 2000 petani muda dari Papua. Dan mereka akan dibimbing, diberi pelatihan, diberi modal, teknologi, hingga mampu menjadi eksportir tingkat dunia,” papar Sandra.

“Anak muda punya potensi besar dalam menggerakkan pembangunan di Indonesia,” imbuhnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh The Asia Foundation  (TAF), Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK), dan Beritabaru.co ini.

Berita Terkait :  Bupati Alfredi Komitmen Wujudkan Siak Hijau

Diskusi yang dipandu oleh Mace Papua Radio Pro 2 RRI Merauke Susana Florika Marianti ini, dihadiri langsung oleh Perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Junaedi dan beberapa narasumber lainnya.

Yang terakhir meliputi Yuliati Umrah Yayasan ALIT, Ganang Aziz Nurhuda Agradaya, Inneke Kusumawaty Koordinator Kelompok Penyelenggaraan Pendidikan Pertanian, Nisya Saadah Pesantren Ekologi Garut, dan Akbar Fernando Pemenang Juara1 Tik Tok Challange.

Selain itu, perlu diketahui pula, webinar ini diramaikan oleh Harlina Sulistyorini Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Untung Tamsil Bupati Fakfak, dan Rini Modouw Staf KSP sebagai penanggap.