Berita

 Network

 Partner

Usaha Kerajinan Gerabah Sejak 1977

Berita Baru, Palembang – Namanya Rosita, sejak tahun 1977 dibantu suaminya Pawardi (69) perempuan kelahiran bandung ini membuat kerajinan gerabah. Dengan terampil tangannya membentuk tanah liat sebagai bahan baku utama menjadi berbagai macam bentuk mulai celengan ayam, pot bunga, asbak rokok, kendil, wadah rebusan jamu, serta wadah untuk membakar menyan.

Keahlian membuat gerabah di pelajari rosita dari mertuanya yang sebelumnya merintis usaha ini terlebih dahulu “saya bisa membuat ini waktu itu liat mertua” ujar perempuan paruh baya itu.

Awal merintis usaha kerajinan gerabah ini Pawardi menjual produk ke pasar-pasar  yang memesan gerabah buatanya. Karena usia yang tak lagi muda lelaki kelahiran Pleret Jawa Barat ini hanya menerima pesanan yang akan diambil oleh pembeli dirumahnya.

Berita Terkait :  Sumsel Gencarkan Testing, Penyiapan Ruang Isolasi dan Isi Ulang Oksigen Gratis

Kerajinan yang digelutinya bersama suami merupakan usaha turun menurun “usaha ini mulai dari orang tua saya. Tapi, saya mulai menekuni tahun 1977” ujar Pawardi.

Setiap pagi pukul 9 wanita berkulit gelap itu mulai membuat kerajinan berbahan baku tanah liat, di rumahnya jalan Takwa Mata Merah, Lorong Keramik RT 11, RW 05, Kelurahan Sei Selincah, kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumatera Selatan. Di butuhkan waktu selama satu minggu lamanya jika cuaca sedang panas namun saat sedang hujan proses pembuatan dapat memakan waktu satu bulan lamanya bagi sepasang suami istri ini untuk membuat gerabah.

Proses pembuatan gerabah dimulai dari penyotiran bahan baku, tanah liat yang di gunakan harus bersih dari batu krikil agar hasil di dapat bagus. Selesai menyortir, tanah liat di bentuk diatas tempat berbentuk bulat yang memutar, gerabah yang sudah dibentuk selanjutnya di jemur agar kering, terakhir gerabah dibakar menggunakan kayu agar menjadi keras dan tidak mudah pecah.

Berita Terkait :  Herman Deru Salurkan Bansos Untuk Kalangan Insan Pers

Pembakaran dilakukan sebanyak satu kali dalam satu bulan. dalam sekali pembakaran empat ratus buah buah gerabah  dengan berbgai jenis, ini dilakukan agar tidak rugi.

Untuk modal pembuatan kerajinan ini orang tua dari lima anak ini mengeluarkan kocek sebesar satu juta untuk satu truck tanah liat dan tiga ratus ribu untuk kayu bakar.

 “Untuk pengahasilan kotornya bisa sampai tiga jutaan untuk bersih nya kita biasa dapat satu bulan itu satu juta” ujar laki-laki berambut pendek itu.

Dalam satu bulan usaha rumahan yang ditekuni perempuan kelahiran 1956  ini mendapatkan penghasilan sebesar tiga juta untuk seluruh macam gerabah yang ia buat. Harga yang dibanderol mulai lima ribu sampai lima puluh ribu per produk  tergantung ukurannya.

Berita Terkait :  20 Tahun Mengabdi, Briptu AP Dipecat karena Narkoba

Produk buatannya yang paling laku adalah kendil, biasanya kendil di pesan oleh klinik kelahiran dan rumah sakit untuk keperluan wadah ari-ari bayi. Harga kendil dibanderol tujuh ribu lima ratus perbuah. Selain untuk keperluan kelahiran, produk gerabah dalam bentuk pot buatan mereka juga diminati kalangan pencinta tanaman, terkadang kerjinan ini juga dibutuhkan untuk keperluan anak sekolah dasar sebagai tugas sekolah.